Menu

Fashion Trendy
  • Drop Down

    • Abstract
    • Model
    • Techo
    • Options
  • Photography Pictures Product

    Drop Menu

    • Crystal
    • Digital
    • Graphs
    • Settings
  • Menu

    Foto Grafer

    • Home
    • Digital Art
      • Pics
        • SEO 1
        • SEO 2
      • CSS
        • CSS 1
        • CSS 2
        • CSS 3
        • CSS 4
        • CSS 5
      • Jquery
        • Jquery 1
        • Jquery 2
    • Fashion
      • Product 1
        • Sub Item
        • Sub Item
      • Product 2
        • Sub Item
        • Sub Item
    • Photography
    • Design
    Go
    Home » PHOTOGRAPHY » Memahami Kode-kode Pada Lensa Kamera DSLR

    Memahami Kode-kode Pada Lensa Kamera DSLR


    Understanding Codes - DSLR Camera Lenses
    Pada saat pertamakali memasuki dunia kamera DSLR, salah satu aspek yang membingungkan adalah menerjemahkan kode-kode yang tertera dalam label suatu lensa. Dalam artikel kali ini akan dijelaskan beberapa macam lensa dan kode-kode yang terdapat pada lensa tersebut. Untuk contoh kasus nya Saya akan menggunakan lensa Canon.

    - Canon EF-S 18-55  f/3.5-5.6  IS
    Canon EF-S 18-55 mm f3.5-5.6 IS
    Lensa ini biasanya satu paket sebagai lensa kit jika membeli kamera DSLR Canon yang entry level atau pemula seperti Canon 1100D, 550D dan 600D.
    Canon EF-S: EF singkatan dari Electro Focus. Lensa model ini di disain khusus untuk kamera DSLR dengan tipe sensor yang kecil (cropped sensor). Jenis lensa ini tidak bisa dipasang di kamera DSLR yang mempunyai sensor full frame seperti Canon 5D atau 1D.
    18-55 mm: Adalah range dari focal length lensa (focal length adalah jarak antara pusat optik lensa terhadap titik fokus yang terdapat pada sensor kamera). Focal length 18-55mm pada lensa ini setara dengan focal length 29-88mm pada kamera dengan sensor full frame. Range dari focal length ini cukup fleksibel untuk digunakan sehari-hari.
    f/3.5-5.6: Kode ini menjelaskan tentang range dari Aperture lensa atau bukaan lensa. Pada focal length 18mm, lensa mempunyai aperture maksimum f/3.5. Dan pada focal length 55mm, maksimum aperture lensa adalah f/5.6.
    IS: Adalah Image Stabilizer, artinya lensa mempunyai kemampuan untuk mengurangi vibrasi atau getaran selama pemotretan sehingga foto yang dihasilkan tetap tajam. Fitur ini sangat berguna khususnya ketika memotret dengan Shutter Speed yang lambat.
    - Canon EF-S 17-55 f/2.8 IS USM 
    Canon EF-S 17-55 f2.8 IS USM
    Jika Anda menjumpai sebuah lensa dengan hanya satu aperture minimum yang ditetapkan, seperti lensa f/2.8, ini berarti bahwa lensa ini memiliki aperture terlebar yang tetap atau tidak berubah. Dari focal length 17mm sampai focal length 55mm, aperture maksimum tetap pada nilai f/2.8.
    USM: Singkatan dari Ultrasonic Motor, artinya pada lensa terdapat motor untuk built-in auto fokus. Pada lensa ini auto fokus nya lebih cepat dan motornya tidak berisik.
    - Canon EF 50mm f/1.8
    Canon EF 50mm f1.8

    Lensa diatas memiliki satu jangkauan fokus, yaitu 50mm. Ini berarti bahwa lensa ini bukan lensa zoom atau tidak bisa melakukan zoom. Anda tidak dapat merubah focal length untuk memperbesar atau memperkecil obyek. Untuk melakukannya, Anda harus melakukannya secara manual dengan berjalan menuju atau jauh dari objek. Jenis lensa ini lebih dikenal sebagai prime lens.
    Lensa ini juga ditandai dengan kode EF, kebalikan dari EF-S, yang berarti dapat dipasang juga pada kamera yang memiliki sensor full-frame.
    - Canon EF 70-200mm f/4 IS USM
    Canon EF 70-200mm f4 IS USM

    Lensa ini dikategorikan sebagai lensa zoom tele karena memiliki range focal length yang lebar dari 70mm sampai 200mm.
    - Canon EF 100-400mm f/4.5-5.6L IS USM

    f/4.5-5.6L: Kode “L” dikenal juga denga “Luxury”. Lensa Canon dengan kode L artinya lensa mahal yang dibuat untuk keperluan fotografer professional. Lensa -L ini adalah lensa terbaik yang dibuat dengan berbagai focal length dan aperture.
    Kode-kode pada lensa yang sudah dijelaskan diatas tidak berlaku secara universal, lensa dengan merek yang lain (selain Canon) akan memberikan kode-kode yang berbeda untuk menjelaskan fitur-fitur pada lensa tetapi itu tidak menjadi masalah karena struktur dari kode-kode nya sama antara satu merek lensa dengan merek lensa yang lain.
    Berikut adalah kode-kode yang umum terdapat pada lensa merek yang lain:
    HSM: Singkatan dari Hypersonic Motor. Artinya sama dengan USM yaitu auto fokus yang lebih cepat dan motornya tidak berisik. Kode ini digunakan pada lensa keluaran Sigma.
    AF-S: Sama dengan kode EF-S, di desain untuk kamera dengan tipe sensor cropped sensor. Kode ini digunakan pada lensa merek Nikon.
    SSM: Singkatan dari Supersonic wave Motor. Artinya sama dengan USM yaitu auto fokus yang lebih cepat dan tidak berisik. Kode ini digunakan pada lensa Sony.
    AF: Lensa Nikon tanpa auto fokus yang built-in. Pada kamera DSLR Nikon entry leveI seperti D60 dan D5000, lensa dengan kode ini tidak dapat digunakan untuk auto fokus, fokus dilakukan secara manual.
    VR: Singkatan dari Vibration Reduction, fungsinya sama dengan Image Stabilization. Kode ini digunakan pada lensa keluaran Nikon.
    OS: Singkatan dari Optical Stabilization, fungsinya sama dengan Image Stabilization. Kode ini digunakan pada lensa keluaran Sigma.
    VC: Singkatan dari Vibration Compensation, mempunyai fungsi yang sama dengan Image Stabilization. Kode ini digunakan pada lensa Tamron.
    DG: Kode lensa yang menjelaskan bahwa lensa tersebut bisa digunakan untuk ke dua tipe sensor yaitu bisa digunakan untuk kamera dengan sensor cropped sensor dan kamera dengan sensor full frame. Kode ini digunakan pada lensa keluaran Sigma.

    Unknown
    Add Comment
    PHOTOGRAPHY
    Jumat, 06 Juli 2012

    facebook

    twitter

    google+

    fb share

    About Unknown

    Related Posts
    < Previous Post Next Post >

    Mengenai Saya

    Unknown
    Lihat profil lengkapku

    Arsip Blog

    • ►  2016 (1)
      • ►  Februari (1)
        • Feb 12 (1)
    • ►  2013 (3)
      • ►  Februari (1)
        • Feb 25 (1)
      • ►  Januari (2)
        • Jan 27 (1)
        • Jan 14 (1)
    • ▼  2012 (36)
      • ►  Desember (2)
        • Des 22 (2)
      • ►  November (2)
        • Nov 23 (1)
        • Nov 14 (1)
      • ►  Oktober (2)
        • Okt 25 (1)
        • Okt 20 (1)
      • ►  September (3)
        • Sep 26 (1)
        • Sep 18 (1)
        • Sep 13 (1)
      • ►  Agustus (2)
        • Agu 22 (1)
        • Agu 08 (1)
      • ▼  Juli (5)
        • Jul 30 (1)
        • Jul 25 (1)
        • Jul 20 (1)
        • Jul 12 (1)
        • Jul 06 (1)
      • ►  Juni (4)
        • Jun 21 (1)
        • Jun 07 (1)
        • Jun 06 (1)
        • Jun 04 (1)
      • ►  Mei (2)
        • Mei 09 (2)
      • ►  April (2)
        • Apr 14 (1)
        • Apr 05 (1)
      • ►  Maret (3)
        • Mar 23 (1)
        • Mar 09 (1)
        • Mar 05 (1)
      • ►  Februari (3)
        • Feb 24 (1)
        • Feb 23 (1)
        • Feb 12 (1)
      • ►  Januari (6)
        • Jan 26 (1)
        • Jan 25 (1)
        • Jan 07 (1)
        • Jan 05 (1)
        • Jan 03 (1)
        • Jan 02 (1)
    • ►  2011 (12)
      • ►  Desember (4)
        • Des 21 (2)
        • Des 20 (1)
        • Des 15 (1)
      • ►  November (3)
        • Nov 30 (1)
        • Nov 28 (1)
        • Nov 17 (1)
      • ►  Oktober (5)
        • Okt 24 (1)
        • Okt 13 (1)
        • Okt 12 (1)
        • Okt 11 (1)
        • Okt 09 (1)
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Social Share

    Weekly Posts

    • Elemen Komposisi Dalam Fotografi (Bagian 1)
      Komposisi dapat diartikan sebagai cara penataan elemen-elemen dalam gambar sehingga gambar yang dihasilkan mempunyai makna, berkualitas, pen...
    • 8 Langkah Untuk Mengembangkan Visi Fotografi Anda
      Seorang penulis buku memiliki apa yang mereka sebut " suara penulis" . Bagi mereka, hal tersebut adalah yang paling penting...
    • Komponen Dasar Kamera DSLR (Bagian 5)
      Memory Card Setelah sensor gambar digital merekam suatu objek, kamera akan melakukan serangkaian proses untuk mengoptimalkan gambar yang did...
    • Belajar Teknik Panning Dalam Fotografi
      Apa itu Panning?  Panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik...
    • Lensa Terbaik Yang Wajib Anda Miliki: Lensa 50mm
        Lensa dengan focal length 50mm sangat populer dikalangan fotografer karena area pandang dalam fokusnya kurang lebih sama dengan apa yang A...
    • Tips Untuk Teknik Pemotretan Bagi Fotografer Pemula
      Membuat foto indah melibatkan pemikiran-pemikiran dan ide yang kreatif. M eskipun sering terbantu dengan peralatan fotografi yang bagu...
    • 12 Foto Ikonik Dalam Sejarah
      1. Timothy H. O’Sullivan – Battle of Gettysburg Foto ini identik dengan pertempuran Gettysburg, yang merupakan pertempuran paling berdarah d...
    • 25 Tips Komposisi Dalam Fotografi
      Pada artikel sebelumnya telah dipelajari tentang elemen-elemen komposisi dalam fotografi yaitu garis , bentuk , wujud , tekstur dan pola . ...
    • 4 Langkah Memotret Dalam Cahaya Rendah
      Dalam dunia fotografi kadang ditemui situasi-situasi yang memiliki sedikit cahaya atau tingkat cahaya yang rendah, ingat bahwa fotografi ada...
    • Mengenal Mode Pada Kamera DSLR
      Dial pengatur Mode pada kamera Mode pada kamera merupakan pilihan setting-an pemotretan dalam berbagai situasi yang terdapat pada kamera dig...

    Like us On Facebook

    Labels

    • PHOTOGRAPHY

    Copyright Foto Grafer 2014 . Template Created by