Menu

Fashion Trendy
  • Drop Down

    • Abstract
    • Model
    • Techo
    • Options
  • Photography Pictures Product

    Drop Menu

    • Crystal
    • Digital
    • Graphs
    • Settings
  • Menu

    Foto Grafer

    • Home
    • Digital Art
      • Pics
        • SEO 1
        • SEO 2
      • CSS
        • CSS 1
        • CSS 2
        • CSS 3
        • CSS 4
        • CSS 5
      • Jquery
        • Jquery 1
        • Jquery 2
    • Fashion
      • Product 1
        • Sub Item
        • Sub Item
      • Product 2
        • Sub Item
        • Sub Item
    • Photography
    • Design
    Go
    Home » PHOTOGRAPHY » Memahami Sweet Spots Pada Lensa Kamera DSLR dan Cara Mengetahuinya

    Memahami Sweet Spots Pada Lensa Kamera DSLR dan Cara Mengetahuinya

    Lens Sweet Spots and How to Get Them
    Sweet spot adalah kondisi dimana lensa kamera menghasilkan foto yang paling tajam. Ada 3 faktor yang perlu dipahami untuk menghasilkan foto yang tajam, yaitu:

    1.       Aperture
    2.       Focal length
    3.       Area yang difokuskan dalam frame

    Jika bicara tentang sweet spot lensa, erat kaitannya dengan setting-an aperture yang digunakan. Setiap lensa mempunyai aperture sweet spot yang berbeda-beda. Lensa dengan aperture f/1.2 mungkin tidak sama sweet spot nya dengan lensa f/2.8. Umumnya sweet spot lensa itu berada pada dua f-stop diantara aperture terlebar (nilai f-stop terkecil) dan aperture terkecil (nilai f-stop terbesar). Sebagai contoh jika suatu lensa mempunyai aperture f/2.8 – f/32, maka sweet spot nya berada pada f/5.6 dan f/16.Untuk lebih pastinya Anda dapat melakukan eksperimen dengan memotret menggunakan setting-an aperture yang berbeda dan bandingkan hasilnya. Sebelum melakukan eksperimen untuk menentukan sweet spot lensa, pastikan Anda mempersiapkan hal-hal berikut:
    Memotret dengan faktor diatas dalam zona sweet spot nya akan memberikan kesempatan yang lebih untuk mendapatkan foto yang lebih tajam. Mungkin Anda pernah bertanya-tanya tentang ketajaman foto yang berbeda meskipun memotret dengan menggunakan peralatan yang sama. Ya, memotret dalam zona sweet spot lensa mungkin adalah salah satu alasannya.
    - Letakkan kamera pada tripod supaya posisi kamera stabil
    - Pastikan kondisi pencahayaan tidak berubah selama memotret dengan beberapa setting-an aperture, cara yang termudah lakukan di luar ruangan atau outdoor.
    - Gunakan mode aperture priority untuk pemotretan. Mode AV pada kamera Canon atau mode A pada kamera Nikon.
    Sebagai contoh eksperimen Saya gunakan lensa Canon EF 50mm f1.8 II yang mempunyai rentang aperture dari f/1.8 hingga f/22. Lakukan pemotretan dengan menggunakan aperture yang berbeda secara berurutan dari f/1.8, f/2.8, f/4.0, f/5.6, f/8.0, f/11, f/16 dan f22.
     
    Dari hasil foto diatas dapat dilihat foto paling tajam didapat pada aperture f/8.0 tetapi ketajaman foto dengan aperture f/4.0 dan f/11 masih layak untuk digunakan. Jadi sweet spot untuk lensa ini adalah dari f/4.0 hingga f/11.
    Untuk lensa zoom, sweet spot biasanya terlentak antara zoom pertengahan hingga zoom maksimal. Lensa zoom biasanya menghasilkan foto yang lebih halus pada posisi aperture yang lebar dan ketajamannya meningkat jika lebih di zoom. Sebagai contoh, pada lensa 70-200mm, foto yang lebih tajam dihasilkan pada zoom 200mm dibandingkan pada 70mm
    Untuk lensa sudut lebar (wide lens), khususnya lensa ultra-wide angle (UWA) seperti lensa 10-20mm (untuk kamera dengan sensor cropped atau APS-c) atau lensa 16-35mm (untuk kamera dengan sensur full frame), bagian pinggir dari foto yang dihasilkan lebih halus dibandingkan dengan bagian tengah foto. Hal ini lebih terlihat pada lensa kelas low-end pada kamera dengan sensor yang besar atau full frame. Jadi sweet spot dari lensa sudut lebar adalah pada bagian tengah foto.
    Lens Shapness Test



    Unknown
    Add Comment
    PHOTOGRAPHY
    Kamis, 12 Juli 2012

    facebook

    twitter

    google+

    fb share

    About Unknown

    Related Posts
    < Previous Post Next Post >

    Mengenai Saya

    Unknown
    Lihat profil lengkapku

    Arsip Blog

    • ►  2016 (1)
      • ►  Februari (1)
        • Feb 12 (1)
    • ►  2013 (3)
      • ►  Februari (1)
        • Feb 25 (1)
      • ►  Januari (2)
        • Jan 27 (1)
        • Jan 14 (1)
    • ▼  2012 (36)
      • ►  Desember (2)
        • Des 22 (2)
      • ►  November (2)
        • Nov 23 (1)
        • Nov 14 (1)
      • ►  Oktober (2)
        • Okt 25 (1)
        • Okt 20 (1)
      • ►  September (3)
        • Sep 26 (1)
        • Sep 18 (1)
        • Sep 13 (1)
      • ►  Agustus (2)
        • Agu 22 (1)
        • Agu 08 (1)
      • ▼  Juli (5)
        • Jul 30 (1)
        • Jul 25 (1)
        • Jul 20 (1)
        • Jul 12 (1)
        • Jul 06 (1)
      • ►  Juni (4)
        • Jun 21 (1)
        • Jun 07 (1)
        • Jun 06 (1)
        • Jun 04 (1)
      • ►  Mei (2)
        • Mei 09 (2)
      • ►  April (2)
        • Apr 14 (1)
        • Apr 05 (1)
      • ►  Maret (3)
        • Mar 23 (1)
        • Mar 09 (1)
        • Mar 05 (1)
      • ►  Februari (3)
        • Feb 24 (1)
        • Feb 23 (1)
        • Feb 12 (1)
      • ►  Januari (6)
        • Jan 26 (1)
        • Jan 25 (1)
        • Jan 07 (1)
        • Jan 05 (1)
        • Jan 03 (1)
        • Jan 02 (1)
    • ►  2011 (12)
      • ►  Desember (4)
        • Des 21 (2)
        • Des 20 (1)
        • Des 15 (1)
      • ►  November (3)
        • Nov 30 (1)
        • Nov 28 (1)
        • Nov 17 (1)
      • ►  Oktober (5)
        • Okt 24 (1)
        • Okt 13 (1)
        • Okt 12 (1)
        • Okt 11 (1)
        • Okt 09 (1)
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Social Share

    Weekly Posts

    • Elemen Komposisi Dalam Fotografi (Bagian 1)
      Komposisi dapat diartikan sebagai cara penataan elemen-elemen dalam gambar sehingga gambar yang dihasilkan mempunyai makna, berkualitas, pen...
    • 8 Langkah Untuk Mengembangkan Visi Fotografi Anda
      Seorang penulis buku memiliki apa yang mereka sebut " suara penulis" . Bagi mereka, hal tersebut adalah yang paling penting...
    • Komponen Dasar Kamera DSLR (Bagian 5)
      Memory Card Setelah sensor gambar digital merekam suatu objek, kamera akan melakukan serangkaian proses untuk mengoptimalkan gambar yang did...
    • Belajar Teknik Panning Dalam Fotografi
      Apa itu Panning?  Panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik...
    • Lensa Terbaik Yang Wajib Anda Miliki: Lensa 50mm
        Lensa dengan focal length 50mm sangat populer dikalangan fotografer karena area pandang dalam fokusnya kurang lebih sama dengan apa yang A...
    • Tips Untuk Teknik Pemotretan Bagi Fotografer Pemula
      Membuat foto indah melibatkan pemikiran-pemikiran dan ide yang kreatif. M eskipun sering terbantu dengan peralatan fotografi yang bagu...
    • 12 Foto Ikonik Dalam Sejarah
      1. Timothy H. O’Sullivan – Battle of Gettysburg Foto ini identik dengan pertempuran Gettysburg, yang merupakan pertempuran paling berdarah d...
    • 25 Tips Komposisi Dalam Fotografi
      Pada artikel sebelumnya telah dipelajari tentang elemen-elemen komposisi dalam fotografi yaitu garis , bentuk , wujud , tekstur dan pola . ...
    • 4 Langkah Memotret Dalam Cahaya Rendah
      Dalam dunia fotografi kadang ditemui situasi-situasi yang memiliki sedikit cahaya atau tingkat cahaya yang rendah, ingat bahwa fotografi ada...
    • Mengenal Mode Pada Kamera DSLR
      Dial pengatur Mode pada kamera Mode pada kamera merupakan pilihan setting-an pemotretan dalam berbagai situasi yang terdapat pada kamera dig...

    Like us On Facebook

    Labels

    • PHOTOGRAPHY

    Copyright Foto Grafer 2014 . Template Created by