Menu

Fashion Trendy
  • Drop Down

    • Abstract
    • Model
    • Techo
    • Options
  • Photography Pictures Product

    Drop Menu

    • Crystal
    • Digital
    • Graphs
    • Settings
  • Menu

    Foto Grafer

    • Home
    • Digital Art
      • Pics
        • SEO 1
        • SEO 2
      • CSS
        • CSS 1
        • CSS 2
        • CSS 3
        • CSS 4
        • CSS 5
      • Jquery
        • Jquery 1
        • Jquery 2
    • Fashion
      • Product 1
        • Sub Item
        • Sub Item
      • Product 2
        • Sub Item
        • Sub Item
    • Photography
    • Design
    Go
    Home » Unlabelled » Memahami File RAW dan JPEG pada Kamera

    Memahami File RAW dan JPEG pada Kamera

    Pada kamera saku tingkat lanjut (Prosumer) dan kamera DSLR terdapat beberapa pilihan format file gambar yang biasa digunakan yaitu RAW dan JPEG. Pemilihan jenis file yang tepat sangat penting dilakukan sebelum mengambil gambar karena akan mempengaruhi kualitas gambar yang diinginkan selama proses pengolahan. 
    Pemilihan jenis file gambar pada kamera DSLR


    RAW
    File RAW artinya file dengan data mentah yang mengandung informasi bagaimana suatu gambar diambil seperti waktu dan tanggal pengambilan, nilai eksposure, tipe kamera dan lensa, dll, informasi ini dikenal juga sebagai Metadata. Intinya file RAW adalah format asli yang merupakan perwujudan original dari hasil kerja Sensor gambar digital. File RAW mempunyai ekstensi file yang berbeda-beda untuk setiap kamera seperti CRW untuk Canon EOS, NEF untuk Nikon, ARW untuk Sony dan ORF untuk Olympus. Karena kebanyakan aplikasi fotografi tidak diproses dalam file RAW maka file RAW harus dikonversikan terlebih dahulu ke dalam format yang umum seperti JPEG atau TIFF sebelum gambar tersebut digunakan dalam software pemrosesan gambar (image processing).

    Step by step format RAW

    Kenapa harus shooting dengan file RAW?
    Ada banyak alasan untuk mengambil gambar dengan file RAW dibandingkan dengan file JPEG, akan tetapi penting untuk diingat bahwa gambar dengan file RAW membutuhkan pekerjaan tambahan untuk mengatur keseimbangan warna yang diinginkan sedangkan file JPEG keseimbangan warna nya sudah diatur oleh kamera itu sendiri. 

    Beberapa keuntungan jika shooting gambar dengan format file RAW:
    - Dapat mengontrol White Balance, pengaturan warna dan koreksi gamma setelah proses pengambilan gambar sehingga opsi untuk pemgolahan gambar lebih banyak.
    - File RAW tidak mengalami kompresi sehingga tidak ada data gambar yang hilang dan kualitas gambar lebih bagus.
    - File RAW dapat mengontrol pengurangan noise dan mengontrol ketajaman setelah pengambilan gambar sedangkan untuk file JPEG pengurangan noise dan ketajaman gambar sudah permanen tergantung dari setting kamera pada saat mengambil gambar.
    - Format RAW diibaratkan sebagai negatif film yang digital sehingga memungkin untuk berkreasi lebih besar dalam pengaturan gambar yang diinginkan.

    Kerugian menggunakan format file RAW:
    - Karena file nya tidak mengalami kompresi maka ukuran file nya lebih besar sehingga membutuhkan kapasitas memory card yang lebih besar, biasanya ukuran file RAW lebih dari 2 kali ukuran file JPEG.
    - Banyak memakan waktu selama pemotretan (mengurangi kecepatan kamera).
    - Butuh kerja tambahan dan waktu tambahan untuk pengolahan gambar karena pengolahan gambar tidak dilakukan oleh kamera.
    - Butuh software khusus agar file nya bisa dibaca.

    JPEG (Joint Photographic Experts Group)
    JPEG adalah format file gambar populer yang memungkinkan seseorang menghasilkan gambar dengan tingkat kompresi yang tinggi. Ketika mengambil gambar dengan format JPEG, kamera akan mengubah file RAW melalui software yang ada dalam kamera menjadi file JPEG 8-bit warna kemudian disimpan di memory card. Selama proses ini berlangsung kamera akan meng-kompres gambar sehingga menyebabkan beberapa data akan hilang, oleh karena itu ukuran file JPEG akan lebih kecil dibandingkan dengan file RAW.
    Step by step format JPEG

    Keuntungan shooting dengan format file JPEG:
    - Format JPEG bisa dibaca oleh program apapun yang tersedia di pasaran.
    - Ukuran file nya lebih kecil sehingga tidak banyak memakan memory card.
    - File nya bisa langsung di cetak tanpa butuh waktu tambahan untuk pengolahan gambar.

    Kerugian shooting dengan format file JPEG:
    - Beberapa data akan hilang karena file nya di kompresi.
    - Tidak banyak ruang untuk pengolahan gambar jika dibandingkan dengan RAW.
    - Noise dan ketajaman gambar permanen tergantung pada pengaturan di kamera sehingga tidak bisa di kontrol.

    So, format file mana yang Anda pilih?
    - Jika kapasitas memory card Anda minimal 4GB dan ingin mengambil gambar saat momen istimewa, pilihlah format RAW.
    - Jika kapasitas memory card Anda pas-pasan dan hanya untuk mengambil momen yang biasa saja, pilihlah format JPEG.
    - Untuk jalan tengahnya jika Anda memiliki kapasitas memory card yang besar, format RAW + JPEG (kamera akan menyimpan ke dua format sekaligus).

    Contoh format RAW (source:
    ProPhotoShow.net)

    Contoh format JPEG (source:
    ProPhotoShow.net)




    Unknown
    Add Comment
    Rabu, 30 November 2011

    facebook

    twitter

    google+

    fb share

    About Unknown

    Related Posts
    < Previous Post Next Post >

    Mengenai Saya

    Unknown
    Lihat profil lengkapku

    Arsip Blog

    • ►  2016 (1)
      • ►  Februari (1)
        • Feb 12 (1)
    • ►  2013 (3)
      • ►  Februari (1)
        • Feb 25 (1)
      • ►  Januari (2)
        • Jan 27 (1)
        • Jan 14 (1)
    • ►  2012 (36)
      • ►  Desember (2)
        • Des 22 (2)
      • ►  November (2)
        • Nov 23 (1)
        • Nov 14 (1)
      • ►  Oktober (2)
        • Okt 25 (1)
        • Okt 20 (1)
      • ►  September (3)
        • Sep 26 (1)
        • Sep 18 (1)
        • Sep 13 (1)
      • ►  Agustus (2)
        • Agu 22 (1)
        • Agu 08 (1)
      • ►  Juli (5)
        • Jul 30 (1)
        • Jul 25 (1)
        • Jul 20 (1)
        • Jul 12 (1)
        • Jul 06 (1)
      • ►  Juni (4)
        • Jun 21 (1)
        • Jun 07 (1)
        • Jun 06 (1)
        • Jun 04 (1)
      • ►  Mei (2)
        • Mei 09 (2)
      • ►  April (2)
        • Apr 14 (1)
        • Apr 05 (1)
      • ►  Maret (3)
        • Mar 23 (1)
        • Mar 09 (1)
        • Mar 05 (1)
      • ►  Februari (3)
        • Feb 24 (1)
        • Feb 23 (1)
        • Feb 12 (1)
      • ►  Januari (6)
        • Jan 26 (1)
        • Jan 25 (1)
        • Jan 07 (1)
        • Jan 05 (1)
        • Jan 03 (1)
        • Jan 02 (1)
    • ▼  2011 (12)
      • ►  Desember (4)
        • Des 21 (2)
        • Des 20 (1)
        • Des 15 (1)
      • ▼  November (3)
        • Nov 30 (1)
        • Nov 28 (1)
        • Nov 17 (1)
      • ►  Oktober (5)
        • Okt 24 (1)
        • Okt 13 (1)
        • Okt 12 (1)
        • Okt 11 (1)
        • Okt 09 (1)
    Diberdayakan oleh Blogger.

    Social Share

    Weekly Posts

    • Elemen Komposisi Dalam Fotografi (Bagian 1)
      Komposisi dapat diartikan sebagai cara penataan elemen-elemen dalam gambar sehingga gambar yang dihasilkan mempunyai makna, berkualitas, pen...
    • 8 Langkah Untuk Mengembangkan Visi Fotografi Anda
      Seorang penulis buku memiliki apa yang mereka sebut " suara penulis" . Bagi mereka, hal tersebut adalah yang paling penting...
    • Komponen Dasar Kamera DSLR (Bagian 5)
      Memory Card Setelah sensor gambar digital merekam suatu objek, kamera akan melakukan serangkaian proses untuk mengoptimalkan gambar yang did...
    • Belajar Teknik Panning Dalam Fotografi
      Apa itu Panning?  Panning adalah salah satu teknik fotografi yang digunakan untuk membekukan gerakan benda yang bergerak. Ide dibalik teknik...
    • Lensa Terbaik Yang Wajib Anda Miliki: Lensa 50mm
        Lensa dengan focal length 50mm sangat populer dikalangan fotografer karena area pandang dalam fokusnya kurang lebih sama dengan apa yang A...
    • Tips Untuk Teknik Pemotretan Bagi Fotografer Pemula
      Membuat foto indah melibatkan pemikiran-pemikiran dan ide yang kreatif. M eskipun sering terbantu dengan peralatan fotografi yang bagu...
    • 12 Foto Ikonik Dalam Sejarah
      1. Timothy H. O’Sullivan – Battle of Gettysburg Foto ini identik dengan pertempuran Gettysburg, yang merupakan pertempuran paling berdarah d...
    • 25 Tips Komposisi Dalam Fotografi
      Pada artikel sebelumnya telah dipelajari tentang elemen-elemen komposisi dalam fotografi yaitu garis , bentuk , wujud , tekstur dan pola . ...
    • 4 Langkah Memotret Dalam Cahaya Rendah
      Dalam dunia fotografi kadang ditemui situasi-situasi yang memiliki sedikit cahaya atau tingkat cahaya yang rendah, ingat bahwa fotografi ada...
    • Mengenal Mode Pada Kamera DSLR
      Dial pengatur Mode pada kamera Mode pada kamera merupakan pilihan setting-an pemotretan dalam berbagai situasi yang terdapat pada kamera dig...

    Like us On Facebook

    Labels

    • PHOTOGRAPHY

    Copyright Foto Grafer 2014 . Template Created by